Minggu, 26 Agustus 2012

Dead Mine


Salah satu film yang melibatkan talenta perfilman dalam negeri yang beroleh tanggapan cukup antusias adalah Dead Mine.

Dead Mine adalah proyek film kolaborasi antara HBO Asia dan Infinite Studios, sebuah perusahaan penyedia layanan media, hiburan dan kreatif terpadu yang berbasis di Singapura dan Pulau Batam, Indonesia. Infinite Studios  memiliki dua buah studio berpusat di Batam dan Singapura, yang juga dilengkapi dengan fasilitas outdoor untuk keperluan syuting film.

Studio di Batam sendiri digunakan untuk keperluan syuting Dead Mine.

Dead Mine adalah sebuah film ber-genre action-horror yang menceritakan tentang Legenda Emas Yamashita membawa pemburu harta karun amatir nan kaya raya dan sekelompok ahli bentukannya menuju pedalaman rimba Indonesia. Tanpa sadar mereka terperangkap dalam bunker terbengkalai peninggalan Jepang pada masa Perang Dunia II. Di sana mereka harus menghadapi realita mengerikan di mana satu-satunya jalan adalah memasuki bunker tersebut lebih dalam lagi.  

Dead Mine naskahnya ditulis oleh sineas Inggris, Steven Sheil, yang juga menjadi sutradara film ini. Steven Sheil pertama kali melejit lewat film horor indie berjudul Mum & Dad.

Dead Mine melibatkan bintang laga Jepang, Miki Mizuno (Sasori, Guilty of Romance, Bayside Shakedown); aktor Inggris Sam Hazeldine (Weekender, produksi BBC Persuasion); Les Loveday (Mad, Sad & Bad); dan aktris Malaysia, Carmen Soo (serial televisi produksi kerja sama Malaysia dengan Filipina, A Time for Us,serial televisi Singapura, The Pupil). Deretan pemain regional lainnya termasuk empat aktor ternamaIndonesia, Ario Bayu (Catatan Harian Si Boy, Rumah Dara (Macabre); Bang Tigor (Suami Suami Takut Istri, Menculik Miyabi, Lihat Boleh Pegang Jangan); Joe Taslim (Rasa, The Raid); Mike Lewis (Cinta Fitri,Suster Ngesot); serta aktor Singapura berdarah Jepang Jimmy T (American Yakuza, Dance Of The Dragon).

Dengan gabungan materi pemain internasional dan menggunakan sistem produksi internasional, tentunya Dead Mine diharapkan akan bisa memberikan penyegaran terhadap tontonan ber-genre horor. Dipakainya beberapa pemain asal Indonesia tentu saja diharapkan agar film ini bisa membawa industri perfilman ke level yang lebih tinggi.

Satu pertanyaan besar yang timbul adalah apakah Dead Mine akan ditayangkan di bioskop ataukah langsung tayang di HBO? Mengingat HBO Asia juga memiliki andil besar dalam produksi film ini.

Ditemui saat acara buka puasa bersama dengan beberapa media semalam di Krakatau Ballroom, Hotel Grand Hyatt Jakarta, semalam (2 Agustus 2012), pihak HBO Asia memberikan jawaban.

Menurut Karen Lai, Director Communication HBO Asia yang berbasis di Singapura, Dead Mine akan ditayangkan pada bulan September 2012 di bioskop-bioskop di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

" Dead Mine akan ditayangkan di bioskop-bioskop terlebih dahulu di berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Untuk tanggal pastinya, kita masih belum bisa mengatakannya, karena kita masih mencari tanggal yang pas. Setelah ditayangkan di bioskop, Dead Mine baru akan ditayangkan di HBO pada sekitar bulanDesember, " ujar Karen Lai.

Ketika ditanyakan di mana Dead Mine akan mengadakan premiere, Karen Lai mengatakan bahwa film ini akan mengadakan gala premiere di Jakarta.

" Gala premiere Dead Mine akan diadakan di sini (Jakarta). Tentunya rekan-rekan wartawan yang hadir di sini akan diundang, " jawab Karen sembari tersenyum.

Pada saat buka bersama semalam, juga ditampilkan trailer Dead Mine untuk pertama kalinya. Trailer berdurasi 1 menit 30 detik tersebut menampilkan sekelompok orang yang berada di pedalaman sebuah hutan, sehingga kemudian menemukan sebuah bunker.

Lalu sekelompok orang tersebut menghadapi sebuah teror di sebuah ruangan gelap yang membuat penonton menjadi klaustrofobia. Teror itu tidak terlihat dan menjanjikan sebuah film dengan tone mencekam dan pacecepat.

Dari trailer-nya, Dead Mine terlihat seperti gabungan antara film petualangan seperti Indiana Jones dan juga horor seperti Cloverfield, lengkap dengan efek "kamera goyang".

Dead Mine juga diperkuat oleh keterlibatan berbagai ahli kreatif penting seperti in-house production designer Ian Bailie, yang menjabat sebagai supervising art director dalam Atonement serta Pride and Prejudice; director of photography John Radel ACS, cinematographer asal Australia peraih penghargaan yang telah menggarap beberapa film layar lebar internasional termasuk docudrama karya Gillian Armstrong, Unfolding Florence, sertaThe Philosophers; seniman Orlando Bassi, yang telah 15 tahun bermukim di Bali dan memiliki studioProsthetics, Wigmaking and Special Effects; serta tim khusus adegan berbahaya dan koreografi laga Action Horizons, yang belakangan ini menjalankan pertunjukan WaterWorld di Universal Studios Singapura – mereka telah bekerja dalam banyak film seperti The Usual Suspects, Air Force One, dan Killers.

Berikut beberapa still photo dari Dead Mine.

Ario Bayu dalam Dead Mine ( courtesy HBO Asia & Infinite Studios)


Bang Tigor dalam Dead Mine (Courtesy of HBO Asia & Infinite Studios)

Joe Taslim dalam Dead Mine (courtesy of HBO Asia & Infinite Studios)

Mike Lewis dalam Dead Mine (courtesy of HBO Asia & Infinite Studios)



Mike Lewis, Joe Taslim, Bang Tidor dan Ario Bayu dalam Dead Mine (courtesy of HBO Asia & Infinite Studios)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar